Rabu, 03 Juni 2015

Biopori

Lubang resapan biopori adalah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah

 PENEMU BIOPORI 
     Pemerintah Kota Bogor memberikan penghargaan kepada Penemu Lubang Resapan Biopori (LRB) dari Institut Pertanian Bogor, Kamir R. Brata dan Rektor IPB Prof. Achmad Ansori Mattjik, saat peringatan Hari Lingkungan Hidup di Halaman Balaikota Bogor, Senin (11/6).

Pemerintah Kota memberikan penghargaan ini kepada Rektor karena kepeduliannya terhadap lingkungan Hidup di Kota Bogor. Sedangkan R.Kamir Brata Dosen dosen ilmu tanah, air, dan konservasi lahan Fakultas Pertanian IPB sebagai inovator teknologi pembuatan lubang resapan biopori. “Tidak menutup kemungkinan orang yang berjasa di bidang lingkungan dari kalangan manapun akan kami beri penghargaan juga,” ujar Diani.

Model sumur resapan biopori temuan Kamir R. Brata telah mendapat respon positif dari Pemkot Bogor. Saat ini sudah sekitar 22.407 lubang resapan biopori yang dibuat di 21 Kelurahan yang ada di 6 Kecamatan se-Kota Bogor. Rencananya lubang biopori ini akan dikerjakan di 68 kelurahan yang ada di Kota Bogor.


Sambutan Menteri Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar dibacakan Walikota Bogor H. Diani Budiarto yang menyebutkan, kondisi lingkungan global saat ini telah semakin memburuk sejalan dengan pertumbuhan pembangunan negara-negara di dunia yang kurang berwawasan lingkungan.

Biopori dapat juga di tanami sekitar
* pekarangan rumah
* pinggir jalan
* Halaman Sekolah
* pinggir taman 

serta dimana pun yang terdapat lahan luas ataupun sedikit

Cara Pembuatan
  1. siapkan alat dan bahan 
  2. lubangi paralon dan tutup paralon 
  3. buat pasak dan tempelkan dengan lebel nama
  4. tentukan letak tanah yang akan di buat biopori
  5. gali tanah dengan alat biopori
Proses Pembuatan Patok & Pipa Paralon














Proses Pembuatan Biopori












Keguanaan Lubang Biopori
  1. Mencegah banjir
Banjir sendiri telah menjadi bencana yang merugikan bagi warga Jakarta. Keberadaan lubang biopori dapat menjadi jawaban dari masalah tersebut. Bayangkan bila setiap rumah, kantor atau tiap bangunan di Jakarta memiliki biopori berarti jumlah air yang segera masuk ke tanah tentu banyak pula dan dapat mencegah terjadinya banjir.
  1. Tempat pembuangan sampah organik
Banyaknya sampah yang bertumpuk juga telah menjadi masalah tersendiri di kota Jakarta. Kita dapat pula membantu mengurangi masalah ini dengan memisahkan sampah rumah tangga kita menjadi sampah organik dan non organik. Untuk sampah organik dapat kita buang dlaam lubang biopori yang kita buat.
  1. Menyuburkan tanaman
Sampah organik yang kita buang di lubang biopori merupakan makanan untuk organisme yang ada dalam tanah. Organisme tersebut dapat membuat sampah menjadi kompos yang merupakan pupuk bagi tanaman di sekitarnya.
  1. Meningkatkan kualitas air tanah
Organisme dalam tanah mampu membuat samapah menjadi mineral-mineral yang kemudian dapat larut dalam air. Hasilnya, air tanah menjadi berkualitas karena mengandung mineral.

Sekian dari kelompok klorin, semoga bermanfaat